Trading news

FXTM's Lukman Otunuga in Indonesian, by Wordwide FX Financial Translations

FXTM's Lukman Otunuga in Indonesian, by Wordwide FX Financial Translations

Efek kejutan dari kemenangan Trump di kancah pemilihan presiden Amerika Serikat masih terasa di Pasar Berkembang sehingga mungkin memaksa Bank Indonesia untuk mengambil posisi waspada dalam rapat kebijakan di hari Kamis yang tidak mengubah suku bunga acuan utama. November adalah bulan yang penuh tantangan bagi sebagian besar negara berkembang karena USD yang menguat dan peningkatan ekspektasi suku bunga AS mengurangi ketertarikan investor pada aset pasar berkembang. Rupiah melemah terhadap Dolar bulan ini dan IHSG masih terus mencoba untuk pulih. Terlepas dari ketidakpastian jangka pendek saat ini, prospek jangka panjang secara umum untuk ekonomi terbesar Asia Tenggara ini masih terlihat menjanjikan. Perhatian akan tertuju pada kinerja program amnesti pajak. Apabila program ini sukses, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat terbantu.



USD tetap menguat


Terpilihnya Trump sebagai Presiden AS mungkin adalah peristiwa terpenting untuk Indeks Dolar tahun ini yang saat ini berkisar di level tertinggi 11 bulan di 100.35 pada saat laporan ini dituliskan. Kemenangan yang sangat mengejutkan ini meningkatkan harapan kenaikan suku bunga AS di bulan Desember dan memperkuat optimisme perbaikan pertumbuhan ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump. Data ekonomi AS bulan ini berulang kali menunjukkan stabilitas ekonomi. Data penjualan ritel Oktober menggembirakan di level 0.8% dan semakin mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan. Sentimen bullish terhadap USD ini dapat mencapai level tertinggi di tahun 2016 dan menjadi motivasi bagi investor bullish untuk mengadakan aksi beli besar-besaran. Perhatian investor akan terarah pada laporan Indeks Harga Produsen yang apabila menguat dapat memperhebat apresiasi USD.



Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar sangat bullish pada rentang waktu harian karena harga diperdagangkan di atas 20 dan 200 SMA. Level resistance sebelumnya yaitu sekitar 100.00 dapat berubah menjadi level support dinamis yang membuka peningkatan menuju 100.50.

Harga emas terus tertekan


Emas mengalami penjualan besar di Jumat lalu dan harga terperosok menuju $1210 pekan ini karena efek negatif dari peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan menguatnya USD memicu para penjual untuk terus menyerang. Logam mulia ini kehilangan pesonanya karena siklus risk-on dan dapat semakin tidak menarik karena efek Trump membuat investor lebih melirik aset berisiko. Penutupan mingguan tegas di bawah $1250 adalah sinyal yang dibutuhkan para penjual untuk melanjutkan kecenderungan bearish terhadap emas. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD juga telah melintas ke bawah. Level support sebelumnya sekitar $1250 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang memicu penurunan menuju $1200. Breakdown yang tegas di bawah $1210 juga dapat membuka jalan menuju $1200.



Harga WTI memantul ke $46


Minyak mentah WTI mengalami pantulan hebat di hari Selasa sore menuju $46 karena peningkatan harapan tercapainya kesepakatan pembekuan level produksi OPEC pada rapat 30 November mendatang. Berita bahwa Sekjen OPEC dan Menteri Perminyakan Saudi mengadakan diskusi informal dengan Rusia menjelang rapat formal juga memicu para spekulan untuk meningkatkan taruhannya pada potensi kesepakatan pembekuan level produksi. Mengingat OPEC telah berulang kali mengeksploitasi sensitivitas harga minyak untuk membuat lonjakan harga spekulatif, namun hal ini mungkin harus dibayar mahal apabila investor kembali dikecewakan. Masalah oversuplai besar masih tetap membebani sentimen. Kekhawatiran pada kemungkinan menurunnya permintaan karena perlambatan pertumbuhan global dapat menahan peningkatan harga.

Peserta pasar akan memperhatikan laporan persediaan minyak mentah hari ini. Apabila laporan ini menampilkan peningkatan persediaan, maka minyak mungkin menghadapi aksi jual. Dari sudut pandang teknikal, bears dapat kembali berkuasa apabila WTI merosot ke bawah $45.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi  FXTM

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi dan tidak boleh dianggap sebagai saran pribadi dan/atau saran investasi lainnya dan/atau penawaran dan/atau ajakan transaksi instrumen keuangan apa pun dan/atau jaminan dan/atau prediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin akurasi, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Friday, 18 Nov, 2016 / 3:11

Note: Company News is a promotional service of the Directory and the content isn't created by Finance Magnates.

Source : http://wordwidefx.com/en/blog/post/keputusan-suku-bunga-bank-indonesia-menarik-perhatian

Trading news

 

Equities Turn Slightly Weaker Near The Top

Equity markets were seen trading rather flat for the third consecutive day. [...]

Posted on Friday, 24 Jan, 2020 / 2:48 under

Euro slips after ECB; stocks stage another comeback

  Euro/dollar breaks lower as ECB is a touch more dovish than [...]

Posted on Friday, 24 Jan, 2020 / 10:18 under

Coronavirus Stays in Spotlight; EUR Slides on ECB, EZ and UK PMIs in Focus

Most major EU indices traded in the red for another day, and while the US ones [...]

Posted on Friday, 24 Jan, 2020 / 8:47 under